Praktik Terbaik Manajemen Vendor

Manajemen Vendor: Daftar Periksa Keberhasilan

Terlepas dari bisnis apa yang Anda ikuti, vendor memainkan peran kunci dalam kesuksesan bisnis Anda. Menggunakan praktik terbaik manajemen vendor berikut untuk membangun hubungan yang kuat dengan vendor Anda akan memperkuat kinerja keseluruhan perusahaan Anda di pasar.

Mengabaikan prinsip-prinsip manajemen vendor suara ini akan menghasilkan hubungan disfungsional yang akan memiliki potensi untuk berdampak negatif terhadap bisnis Anda.

  • 01 - Mengapa Manajemen Vendor

    Waktu, uang, dan energi yang digunakan untuk memelihara hubungan vendor yang positif tidak dapat diukur langsung terhadap laba perusahaan. Namun, hubungan vendor yang dikelola dengan baik akan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan , mengurangi biaya, kualitas yang lebih baik, dan layanan yang lebih baik dari vendor. Kapan dan jika masalah muncul, yakinlah bahwa vendor yang dikelola dengan baik akan cepat memperbaiki situasi.
  • 02 - Praktik Terbaik Manajemen Vendor: Pemilihan Vendor

    Proses manajemen vendor dimulai dengan memilih vendor yang tepat untuk alasan yang benar. Proses pemilihan vendor dapat menjadi pekerjaan yang sangat rumit dan emosional jika Anda tidak tahu cara mendekatinya dari awal. Anda perlu menganalisis kebutuhan bisnis Anda, mencari calon vendor, memimpin tim dalam memilih vendor yang menang dan berhasil menegosiasikan kontrak sambil menghindari kesalahan negosiasi kontrak.

  • 03 - Praktik Terbaik Manajemen Vendor: Meneliti Prospek

    Setelah Anda mulai melihat vendor individu, berhati-hatilah agar Anda tidak dibutakan oleh "kemewahan dan desis". Tergantung pada ukuran kontrak yang mungkin, mereka akan menarik semua berhenti untuk mendapatkan bisnis Anda. Ini mungkin termasuk rentetan wiraniaga yang terlalu bersemangat dan "konsultan". Hanya karena mereka mengirim banyak orang di awal, bukan berarti mereka akan ada di sana setelah kontrak ditandatangani.

    Ketika Anda memulai pencarian vendor Anda, tanyakan beberapa pertanyaan yang akan membantu Anda menghilangkan lebih jelas misfits. Misalnya, Apakah materi yang diusulkan, layanan atau proyek outsourcing dalam bidang keahlian vendor?

  • 04 - Praktik Terbaik Manajemen Vendor: Tetap Fleksibel

    Berhati-hatilah dengan hubungan yang restriktif atau eksklusif. Misalnya, keterbatasan dengan vendor lain atau dengan pelanggan di masa mendatang. Selain itu, kontrak yang memiliki hukuman berat untuk insiden yang tampaknya kecil harus dihindari. Jika vendor meminta kontrak jangka panjang yang sangat panjang, Anda harus meminta jangka waktu yang lebih pendek dengan opsi perpanjangan.

    Di sisi lain, Anda harus terbuka untuk permintaan vendor juga. Jika suatu masalah kecil dan tidak penting bagi Anda tetapi vendor bersikeras menambahkannya ke kontrak Anda dapat memilih untuk membungkuk dalam situasi ini. Ini menunjukkan itikad baik di pihak Anda dan kesediaan Anda untuk bekerja menuju kontrak yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

  • 05 - Praktik Terbaik Manajemen Vendor: Memantau Kinerja

    Setelah hubungan dengan vendor telah dimulai, jangan menganggap bahwa semuanya akan berjalan sesuai rencana dan dieksekusi persis seperti yang ditentukan dalam kontrak. Kinerja vendor harus dipantau secara konstan di awal. Ini harus mencakup persyaratan yang paling penting untuk bisnis Anda. Misalnya: waktu pengiriman, kualitas layanan yang dilakukan, penyelesaian pesanan, panggilan waktu jawaban, dll.

  • 06 - Praktik Terbaik Manajemen Vendor: Berkomunikasi Secara Terus-Menerus

    Intinya dalam praktik terbaik manajemen vendor adalah: komunikasi, komunikasi, komunikasi! Jangan berasumsi bahwa vendor sangat mengenal bisnis Anda atau dapat membaca pikiran Anda. Jalur komunikasi yang mapan dan terpelihara dengan baik akan menghindari kesalahpahaman dan secara proaktif menangani masalah sebelum menjadi masalah.