Alat Perbaikan Berkesinambungan

TQM berusaha meningkatkan kualitas dan kinerja

pengantar

Total Quality Management ( TQM ) adalah pendekatan populer untuk kualitas dalam bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja yang akan memenuhi atau melampaui harapan pelanggan. Ini dapat dicapai dengan mengintegrasikan fungsi kualitas dan proses kunci di seluruh perusahaan.

Satu komponen inti untuk TQM adalah prinsip perbaikan berkelanjutan. Ada sejumlah alat yang tersedia untuk memastikan bahwa peningkatan berkelanjutan berhasil, yang meliputi:

Proses pemetaan

Setiap upaya peningkatan berkelanjutan harus dimulai dengan pemahaman yang akurat tentang proses yang telah diidentifikasi untuk perbaikan. Proses ini dapat berada di bagian mana pun dari bisnis perusahaan, tetapi harus dapat dipetakan untuk mengidentifikasi arus yang membentuk proses.

Misalnya, dalam rantai pasokan, proses bisnis bisa menjadi produsen barang jadi, pembelian barang dari vendor, atau layanan barang yang dijual kepada pelanggan . Pemetaan dari semua proses ini melibatkan identifikasi dan pendokumentasian aliran fisik serta arus informasi.

Pemetaan proses akan menunjukkan secara grafis arus dalam proses dari awal hingga akhir, yang akan mencakup aktivitas, personel, dan hasil.

Manfaat yang diberikan oleh peta proses untuk memberikan perbaikan berkelanjutan adalah bahwa ia mendefinisikan ruang lingkup proses, antarmuka dengan proses lain, dan titik awal dari mana peningkatan dapat diukur.

Analisis Penyebab Akar

Analisis akar masalah adalah cara di mana bisnis akan menentukan akar penyebab masalah, insiden, atau masalah kualitas. Ini dicapai dengan tiga langkah ini, yang mendorong ke arah identifikasi penyebab utama:

Ada tiga fase yang membentuk proses analisis penyebab masalah.

1. Fase Terbuka

Fase awal ini memungkinkan peserta untuk melakukan brainstorming masalah untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin akar permasalahan. Dalam fase ini, tim dapat membuat diagram sebab dan akibat yang dapat berguna selama sesi brainstorming.

Sebagai bagian dari proses ini, tim dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya dengan salah satu dari lima bidang yang tercantum pada diagram sebab dan akibat. Kategori-kategori penyebab tersebut adalah tenaga kerja, metode, material, mesin, dan pengukuran. Tim kemudian dapat mengatur ide-ide mereka untuk akar penyebab di sekitar kategori tersebut.

2. Fase Sempit

Dalam fase ini, tim mengurangi jumlah akar penyebab yang mungkin menjadi nomor yang dapat difokuskan. Setiap akar penyebab yang mungkin diidentifikasi dalam fase terbuka didiskusikan oleh tim secara lebih mendalam untuk menentukan apakah mereka harus dipelihara.

3. Fase Tertutup

Dalam tahap akhir ini, tim harus mencapai konsensus tentang akar masalah. Ini akan melibatkan validasi akar penyebab berdasarkan bukti, apakah itu menggunakan data terukur atau bukti subjektif dari wawancara dengan staf, pelanggan atau vendor.

Analisis data terukur dapat dilakukan dengan menggunakan sejumlah metode statistik seperti diagram petak pencar, lembar periksa untuk mengidentifikasi frekuensi suatu peristiwa, atau menggunakan diagram Pareto.

Siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA)

Siklus PDCA dikembangkan oleh W. Edwards Demming, arsitek TQM. Dia menciptakan pendekatan sederhana untuk melakukan perubahan. Siklus PDCA terdiri dari empat fase; merencanakan, melakukan, memeriksa, dan bertindak.