5 Jenis Pinjaman Komersial

Pinjaman real estat komersial dapat membantu pemilik melewati masa-masa sulit

Pemilik properti komersial biasanya membutuhkan hipotek ketika mereka ingin membangun gedung. Setelah bangunan dibangun, mereka terkadang membutuhkan pembiayaan tambahan agar tetap sepenuhnya disewakan dan dalam kondisi baik. Itulah sebabnya bank, pemberi pinjaman swasta, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bahkan Administrasi Bisnis Kecil AS menawarkan pinjaman real estat komersial yang dapat membantu mewujudkan kesepakatan.

Mereka dapat membuat mitra bisnis dan bahkan membantu pemilik menghindari penyitaan.

Insentif bagi pemberi pinjaman untuk memberikan pinjaman kepada pemilik real estat komersial adalah bahwa properti mereka biasanya menarik penyewa kaya dan terkadang menghasilkan jutaan dolar dalam pendapatan. Meskipun risikonya tinggi, insentif menghasilkan uang bahkan bisa lebih tinggi. Memahami berbagai opsi pinjaman yang ada di luar sana dan bagaimana cara kerjanya dapat membantu para profesional real estat dan pemilik bangunan komersial menavigasi peluang pembiayaan dengan lebih baik pada saat dibutuhkan.

Pinjaman Jembatan

Pinjaman jembatan memberikan aliran uang tunai kepada peminjam untuk membiayai kebutuhan mendesak proyek. Pinjaman jembatan bersifat sementara, biasanya dengan jangka waktu satu tahun atau lebih. Mereka biasanya diperoleh saat peminjam sedang menunggu pembiayaan jangka panjang untuk datang.

Pinjaman jembatan biasanya ditawarkan oleh pemberi pinjaman swasta. Mereka membutuhkan skor kredit yang sangat baik dan bukti penghasilan.

Peminjam juga harus menunjukkan bahwa mereka memiliki cukup uang untuk menutupi pengeluaran properti yang ada ditambah pembayaran kembali pinjaman baru.

Pinjaman Pembelian Real Estate

Pinjaman pembelian real estat mirip dengan hipotek komersial tingkat bunga tetap dan dapat disesuaikan. Peminjam harus memiliki kredit yang sangat baik untuk memenuhi syarat untuk jenis pinjaman ini — skor kredit 700 atau lebih tinggi — dan penghematan yang signifikan di akun bank bisnis dan pribadi.

Pemberi pinjaman mengharuskan properti komersial digunakan sebagai agunan dan suku bunga pinjaman ditentukan oleh rasio pinjaman terhadap nilai.

Pinjaman Uang Keras

Pemilik harus mencantumkan properti komersial sebagai jaminan untuk memenuhi syarat untuk pinjaman uang keras bahkan jika pinjaman tersebut digunakan untuk menyimpan properti. Pinjaman uang keras biasanya ditawarkan oleh pemberi pinjaman swasta yang tidak harus memenuhi standar yang sama dengan pemberi pinjaman komersial utama. Mereka membawa risiko default yang tinggi dan tingkat suku bunga yang tinggi.

Pinjaman ini bersifat sementara, tidak jangka panjang, dan hanya ditawarkan ketika waktu adalah esensi, seperti selama proses penyitaan.

Pinjaman Ventura Bersama

Pinjaman usaha patungan dapat tepat ketika semua pihak berbagi keuntungan dan kerugian properti yang sama. Jenis pinjaman ini dapat menguntungkan jika kedua belah pihak tidak dapat memperoleh pembiayaan sendiri. Investor swasta dan perusahaan investasi biasanya menawarkan pinjaman usaha patungan. Biasanya, dua mitra dalam suatu kelompok mengajukan permohonan pembiayaan bersama. Berbeda dengan kemitraan real estat sejati, hubungan antara pelamar pinjaman tidak harus resmi atau melampaui properti yang dibiayai dan pinjaman.

Berpartisipasi Mortgages

Pemberi pinjaman diizinkan untuk berbagi sebagian dari pendapatan yang dihasilkan oleh properti komersial dalam hipotek yang berpartisipasi.

Pemberi pinjaman menerima pembayaran hipotek bulanan bersama dengan bunga, serta bagian dalam pendapatan sewa atau hasil penjualan properti.

KPR yang berpartisipasi sangat populer di kalangan perkantoran dan properti ritel di mana penyewa yang terkenal dan stabil secara keuangan telah menandatangani kontrak jangka panjang.