Bagaimana Penelitian Perilaku Terkait dengan Riset Pasar

Profesional Dapat Memprediksi Tindakan Konsumen Dengan Penelitian Perilaku

Penelitian perilaku adalah studi tentang banyak variabel yang memengaruhi pembentukan kebiasaan seseorang. Pola kebiasaan pengambilan keputusan memiliki dampak besar karena mempengaruhi begitu banyak area dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Kebiasaan ini berdampak langsung pada bagaimana konsumen membelanjakan uang dan mengapa mereka membeli produk tertentu.

Pentingnya Riset Pasar Kuat Saat Ini

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan yang bekerja di departemen psikologi dan neurologi di universitas dan pusat medis besar di seluruh AS telah membuat studi pembentukan kebiasaan sebagai tujuan utama pekerjaan mereka.

Di perusahaan-perusahaan besar di seluruh negeri, departemen riset pasar dengan anggaran murah hati juga memperhatikan jalur penyelidikan ini. Pembelajaran mesin, yang bergantung pada komputer yang mampu analisis data halus, telah menjadi pendekatan standar untuk riset pasar karena kemajuan teknologi. Penggunaan algoritma, pada gilirannya, telah mengubah ahli matematika menjadi superstar penambangan data.

Lihatlah Penelitian Pasar Tua-Sekolah

Penelitian pasar konvensional, yang menggunakan survei, wawancara, dan kelompok fokus , kadang-kadang harus menggunakan metode penelitian pintu-ke-pintu kuno yang dilembagakan oleh James H. Gamble pada tahun-tahun awal Procter & Gamble . P & G adalah salah satu perusahaan merek konsumen Amerika pertama dan didirikan pada tahun 1837. James H. Gamble dikenal sebagai bapak penelitian kepuasan pelanggan modern dan riset pasar. Banyak strateginya masih digunakan sampai sekarang.

Contoh Dari Procter & Gamble

Salah satu contoh terkenal dari nilai penelitian perilaku adalah kasus Febreze, produk beraroma.

Suatu penelitian dilaksanakan untuk menentukan mengapa produk tidak berkinerja baik. Para peneliti pasar belajar bahwa orang cenderung tidak mendeteksi aroma yang tidak menyenangkan di rumah mereka sendiri. Karena aroma yang tidak menyenangkan tidak ada, tidak ada pemicu yang mendorong konsumen untuk membeli produk. Petunjuk baru (atau pemicu) harus diperkenalkan yang akan mengharuskan penggunaan Febreze.

Bahkan, para peneliti pasar di P & G belajar bahwa mereka perlu membentuk kebiasaan pembersihan baru yang akan menanamkan penggunaan Febreze secara psikologis yang signifikan.

Bagaimana Hasil Riset Memunculkan Kembali Merek

Peneliti pasar di P & G mempresentasikan wawasan konsumen mereka ke departemen periklanan. Segera, satu set iklan baru dirilis dengan tujuan membanjiri kebiasaan baru (menggunakan Febreze) ke kebiasaan pembersihan yang sudah mapan. Ritual baru, penyemprotan Febreze sebagai tindakan terakhir perayaan ketika tindakan membersihkan ruangan selesai, terbukti lengket (tahan lama) ketika mencoba untuk membentuk kebiasaan pembersihan baru. Keputusan dibuat untuk mengubah formula Febreze untuk memasukkan parfum. Setelah itu dilakukan, Febreze diposisikan kembali di pasar sebagai penyegar udara, menandakan akhir dari ritual pembersihan.

Pentingnya Loop Kebiasaan bagi Pemasar

Contoh dari Procter & Gamble ini mengilustrasikan sejumlah prinsip riset pasar yang penting. Dua yang paling penting adalah:

  1. Wawasan konsumen harus diuji karena lab riset pasar tidak intuitif dan terkadang salah.
  2. Pengamatan konsumen yang terlibat dengan produk atau merek adalah aktivitas bernilai tinggi. Ini adalah salah satu alasan mengapa video-video etnografi sangat berguna bagi para peneliti pasar. Biasanya lebih mudah untuk menambahkan tindakan atau aktivitas ke lingkaran kebiasaan daripada mencoba untuk membentuk lingkaran kebiasaan yang sama sekali baru atau untuk mempengaruhi orang dari menggunakan kebiasaan yang lebih tua.

Melalui penelitian perilaku, pemasar dapat menentukan mengapa suatu produk gagal dan mengidentifikasi pemutusan konsumen. Begitu mereka telah membentuk perilaku pelanggan umum, perusahaan dapat mengubah strategi mereka untuk memenuhi kebutuhan konsumen.