Mengapa Toko Ritel Gagal dan Bagaimana Memastikan Bahwa Anda Tidak!
Apakah Anda mempertimbangkan untuk memulai toko eceran grosir Anda sendiri atau telah membuat satu daftar, ini adalah daftar sepuluh alasan utama kegagalan - dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya - akan membantu Anda menjaga bisnis Anda di jalur menuju kesuksesan.
Permasalahan Industri Ritel
Selain dari pasang surut ekonomi yang biasa dan aliran musim beli, beberapa faktor yang mempengaruhi penjualan ritel meliputi:
01 - Abaikan
02 - Bencana
Bencana alam dan buatan manusia sering menghadapi pukulan mematikan bagi perusahaan, seperti banjir atau kebakaran. Meskipun sulit untuk menghindari bencana seperti itu, manajemen perusahaan dapat memastikan bahwa bisnis tersebut membawa asuransi bencana yang memadai dan ada rencana untuk skenario darurat.
03 - Akses ke Modal
Dalam bisnis, keuangan sering menjadi paradoks - dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang. Sementara beberapa perusahaan dapat memulai dengan modal kecil, mereka sering mencapai titik di mana mereka membutuhkan pembiayaan tambahan untuk melanjutkan operasi. Tanpa dana tersebut tersedia, mereka tidak dapat memenuhi pengeluaran sehari-hari mereka.
Mengamankan akses ke modal sebelum perusahaan membutuhkan sering kali perbedaan antara kesuksesan dan kepailitan.
04 - Overhead
Biaya overhead yang tinggi (dan kegagalan untuk mempertahankan pengeluaran) dapat memiliki efek yang merugikan pada bisnis grosir yang baru atau mengalami kesulitan. Beberapa biaya umum yang umum termasuk:
- Menyewa
- Persediaan dan barang
- Tagihan utilitas
- Asuransi
- Bunga
- Iklan
- Biaya Akuntansi,
- Biaya hukum
- Beban kerja
- Perbaikan
- Tagihan telepon
- Pengeluaran perjalanan, dan
- Utilitas
05 - Penjualan Buruk
Penjualan, tentu saja, adalah garis hidup dari bisnis apa pun dan tanpa itu, bisnis itu segera menggelepar. Beberapa penyebab penjualan yang buruk, seperti bencana berada di luar kepemimpinan perusahaan. Namun, banyak alasan untuk penjualan yang buruk dapat langsung ditelusuri ke manajemen. Misalnya, jika perubahan dalam preferensi pelanggan dan pasar pada umumnya diabaikan, penjualan akan menderita. Meskipun tidak ada cara untuk menjamin penjualan, manajer dapat bersikap proaktif dan responsif terhadap tren penjualan.
06 - Masalah Manajemen / Kepemimpinan
Dari 10 alasan yang tercantum di sini, alasan ini adalah satu-satunya yang sepenuhnya ada di tangan pemilik perusahaan (s). Meskipun banyak orang adalah wirausahawan hebat - mampu memulai sebuah perusahaan hanya dari sebuah ide - orang yang sama ini kadang-kadang tidak siap untuk masalah manajemen yang mereka hadapi ketika perusahaan itu matang. Tanpa pengalaman sebelumnya atau hanya karena ketidakmampuan, banyak pemilik toko ritel grosir adalah alasan utama mengapa perusahaan mereka akhirnya gagal. Tentu saja, dengan lebih banyak pengalaman dan kemampuan untuk mengenali dan mengatasi masalah sebelum mereka lepas kendali, pemilik bisnis lebih mungkin untuk menghindari tantangan ini.
07 - Faktor Ekonomi
Ekonomi bersifat siklikal, yang berarti secara berkala melewati masa-masa sulit. Pedagang besar yang tidak siap untuk masa-masa resesi ekonomi sering terjebak secara finansial. Meskipun ekonomi bukanlah sesuatu yang dapat diubah oleh perusahaan perorangan, pemilik bisnis dapat bersiap untuk masa-masa sulit tersebut melalui pelatihan skenario dan perencanaan keuangan .
08 - Ekspansi berlebihan
Overexpansion mirip dengan masalah overhead yang berlebihan. Meskipun mungkin masuk akal dalam jumlah sedang, terlalu cepat dan terlalu sering dapat membuat bangkrut bisnis. Masalah pasokan, tantangan logistik, masalah kepegawaian, dan masalah pembiayaan merupakan kendala potensial dalam ekspansi. Tanpa persiapan dan strategi yang memadai, upaya untuk menangkap lebih banyak pasar dapat dengan cepat berubah menjadi masalah bertahan hidup.
Ide penting dalam daftar 10 teratas ini adalah bahwa semua alasan kegagalan toko eceran grosir ini dapat dihindari. Dengan kesiapan yang memadai, serta menyeimbangkan tantangan jangka pendek dengan kebutuhan jangka panjang perusahaan, Anda dapat berhasil menavigasi rintangan-rintangan ini dan mencapai potensi penuh dari perusahaan grosir Anda sendiri.
09 - Masalah Pelanggan
Masalah pelanggan dapat berkisar dari pembeli utama Anda yang tidak senang dengan produk Anda (masalah layanan pelanggan) hingga pelanggan keluar dari bisnis tanpa membayar untuk pengiriman utama terlebih dahulu. Seperti penipuan dan bencana, perusahaan tidak memiliki banyak kendali atas pelanggan mereka.
Perencanaan preventif adalah kuncinya. Mempertahankan jalur komunikasi yang jelas, meninjau profil pelanggan, dan cepat mengatasi masalah pelanggan adalah cara yang sangat baik untuk mencegah masalah kecil berubah menjadi bencana besar.
10 - Penipuan
Penipuan - oleh pelanggan, karyawan, vendor, atau mitra - adalah bagian yang tidak menguntungkan dari industri apa pun. Meskipun ada tingkat due diligence yang dapat dilakukan oleh seorang grosir, tidak ada yang dapat menghindari penipuan sama sekali. Mirip dengan perencanaan bencana , tindakan terbaik adalah memiliki asuransi yang memadai serta kebijakan (seperti sistem check and balance) di tempat untuk menghindari penipuan dan siap untuk mengatasinya ketika itu terjadi.